5 Desainer Busana Muslim London Fashion Week Autumn Winter 2018

5 Desainer Busana Muslim London Fashion Week Autumn Winter 2018

Disini kita mengenalkan 5 desainer Modest Fashion Designer (IMFD) ia akan memprlihatkan koleksi busana muslimnya diajang fashion scout,dan setiap  orang akan  memperlihatkan koleksi busana muslimnya yang terbaik dengan campuran kain tradisional atau wastra nusantara yang berasal dari London Fashion Week Autumn Winter 2018.

“Kami berkomitmen konsepnya mengangkat kekayaan wastra nusantara. Ada dari Trenggalek, Payakumbuh, dan lainnya.”

1.Bugis

Koleksi Jeny terinspirasi dari bunga Loppo khas Bugis, Sulawesi Selatan.Karya busananya akan menyisipkan berbagai jenis bunga cantik yang akan dibawakan dengan nuansa etnik, modern, dan elegan.Detail bordir, manik-manik, swarovski dengan bentuk siluet A, serta pola 3D akan ditonjolkan untuk memperindah koleksinya.

2.Payakumbuh

Sementara itu, desainer Tuty Adib akan membawakan tenun balai panjang Payakumbuh dengan tema Basiba.Basiba adalah baju kurung khas Minangkabau. Sementara, penutup kepala terinspirasi dari kekayaan tradisional Sumatera Barat, takuluak kompong yakni kain yang diselempangkan di kepala.

Busana Muslim tersebut dibawakannya dengan gaya ready to wear dengan menonjolkan detail manik-manik dan jahitan tangan.”Dengan basiba saya membuat koleksi menjadi ready to wear di mana bisa dikenakan tidak hanya oleh masyarakat Indonesia dan inspirasi itu bisa menjadi gaun panjang, blus pendek, jaket.

3.Palembang

Kemudian, desainer Ratu Anita Soviah akan membawakan koleksi kain Jumputan Palembang.Ratu memilih warna-warna pastel pada koleksi busananya untuk menonjolkan kesan klasik dan alami.Penggunaan pewarna alami seperti kulit mangga, kunyit, jahe, lengkuas, dan lainnya juga menjadi alasan mengapa warna-warna yang dihasilkan cenderung lembut.
“Pembuatannya selama tiga bulan. Pewarnaan itu harus dicampur dengan tawas atau kapuragar pewarnaannya lebih hidup.”

Trenggalek

Sedangkan desainer Lia Afif akan membawakan koleksi batik Trenggalek dengan citra warna turqoise.Tema koleksi yang dibawakan adalah Dhandaka Turqa. Dhandaka adalah bahasa Sansakerta yang berarti puisi, dan turqa adalah warna turqoise.

Lia berharap bisa mengenalkan secara lebih luas batik Trenggalek yang memiliki corak rumit dan dikerjakan dengan warna alam.

Jambi

Adapun desainer Aisyah Rupindah Chan membawa batik Jambi yang akan diangkat dengan tema sikok atau dalam bahasa Jambi artinya “satu”.Ia ingin membawa pesan agar semua umat di bumi bersatu dan bersinergi untuk maju bersama.

Desain victoria look akan ditonjolkan dalam koleksi busana Aisyah. Warna kombinasi peach dan abu-abu akan dipadukan dengan detail frill, bordir, dan manik-manik.